Senin, 17 November 2014

Manajemen Sumber Daya Manusia



Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM)

            MSDM adalah suatu ilmu atau cara bagaimana mengatur hubungan dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang dimiliki oleh individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga tercapai tujuan bersama perusahaan, karyawan dan masyarakat menjadi maksimal.

Pengertian MSDM menurut para ahli
1.     M.T.E. Hariandja (2002, h 2) Sumber Daya Manusia merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam suatu perusahaan disamping faktor yang lain seperti modal. Oleh karena itu SDM harus dikelola dengan baik untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi.
2.     Mathis dan Jackson (2006, h.3) SDM adalah rancangan sistem-sistem formal dalam sebuah organisasi untuk memastikan penggunaan bakat manusia secara efektif dan efisien guna mencapai tujuan organisasi.
3.     Hasibuan (2003, h 244) Pengertian Sumber Daya Manusia adalah kemampuan terpadu dari daya pikir dan daya fisik yang dimiliki individu. Pelaku dan sifatnya dilakukan oleh keturunan dan lingkungannya, sedangkan prestasi kerjanya dimotivasi oleh keinginan untuk memenuhi kepuasannya.

FUNGSI MANAJERIAL
Fungsi manajerial yang terdiri dari :
Perencanaan : Bagi manajemen sumber daya manusia, perencanaan berarti penentuan terlebih dahulu suatu program manajemen sumber daya manusia yang akan membantu mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan perusahaan.
Pengorganisasian : Organisasi merupakan suatu alat untuk mencapai tujuan. Bagi seorang manajer sumber daya manusia, membentuk suatu organisasi haruslah dengan merencanakan hubungan antara pekerjaan dan factor-faktor fisik, hubungan antara sesama kelompok dan hubungan antara pimpinan secara keseluruhan.
Pengarahan : Fungsi ini meliputi bagaimana cara melaksanakan pekerjaan atau bagaimana mengusahakan agar pekerja mau bekerja sesuai dengan yang diinginkan oleh perusahaan.
Pengawasan : Pengawasan adalah suatu fungsi manajemen yang menyangkut masalah pengaturan terhadap berbagai kegiatan sesuai dengan rencana manajemen sumber daya manusia yang dirumuskan.

FUNGSI OPERASIONAL
Fungsi Operasional terdiri dari:
Pengadaan : Fungsi pengadaan meliputi penetuan program penarikan karyawan baik jumlah, jenis, maupun mutu atau kualitas karyawan serta seleksi dan penempatannya.
Pengembangan karyawan : Fungsi pengembangan karyawan adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan karyawan melalui pelatihan atau pendidikan yang dilakukan untuk melaksanakan kegiatan tertentu.
Kompensasi : Fungsi kompensasi berhubungan dengan pemberian imbalan atau penghargaan yang adil dan layak bagi kehidupan manusia dan diberikan kepada karyawan atas jasa atau pekerjaan yang telah diberikan untuk mencapai tujuan organisasi.
Pengintegrasian : Fungsi pengintegrasian berhubungan dengan penyesuain keinginan  individual karyawan dengan keinginan organisasi serta masyarakat.
Pemeliharaan : Fungsi pemeliharaan berhubungan dengan usaha untuk mempertahankan dan meningkatkan kondisi para karyawan dan pemeliharaan sifat yang menyenangkan.
Pemutusan hubungan kerja : Fungsi pemutusan hubungan kerja berhubungan dengan pemisahan karyawan dari organisasi untuk mengembalikan sesuatu kepada masyarakat yang dapat berbentuk pensiun, pemberhentian, pemecatan, atau penempatan diluar perusahaan.

Tujuan pelatihan atau Training adalah agar para pegawai dapat menguasai pengetahuan, keahlian dan perilaku yang ditekankan dalam program-program pelatihan dan untuk diterapkan dalam aktivitas sehari-hari para karyawan. Pelatihan juga mempunyai pengaruh yang besar bagi pengembangan perusahaan.

Faktor yang mempengaruhi besarnya kompensasi yang diungkapkan oleh Hasibuan (2004:128)
1.     Penawaran dan permintaan tenaga kerja. Jika pencari kerja (penawaran) lebih banyak daripada lowongan pekerjaan (pemintaan) maka kompensasi relatif kecil. Sebaliknya jika pencari kerja lebih sedikit dari pada lowongan pkerjaan, maka kompensasi relatif semakin besar.
2.     Kempuan dan kesediaan perusahaan. Jika kemampuan dan kesediaan perusahaan untuk membayar semakin baik maka tingkat kompensasi yang akan didapat akan semakin besar, dan sebaliknya.
3.     Serikat buruh atau organisasi karyawan. Apabila serikat buruhnya kuat dan berpengaruh maka kompensasi semakin besar, dan sebaliknya.
4.     Produktivitas karyawan. Jika produktivitas kerja karyawan baik dan banyak maka kompensasi akan semakin besar.
5.     Pemerintahan dan undang-undang dan keppres. Pemerintah dengan undang-undang dan keppres telah menetapkan besarnya batas upah atau balas jasa minimum.
6.     Biaya hidup/ cost of living. Apabila biaya hidup di daerah itu tinggi maka tingkat kompensasi/upah semakin besar.
7.     Posisi jabatan karyawan. Karyawan yang menduduki jabatan lebih tinggi maka menerima gaji/kompensasi lebih besar.
8.     Pendidikan dan pengalaman kerja. Jika pendidikan lebih itnggi dan pengalaman kerja lebih lama maka gaji/balas jasanya semakin besar.
9.     Kondisi perekonimian nasional. Apabila kondisi perekonomian sedang maju (boom) maka tingkat upah/kompensasi akan semakin besar, karena akan mendekati kondisi full employment. Sebaliknya jika kondisi perekonomian kurang maju (depresi) maka tingkat upah rendah, karena terlalu banyak penganggur (disqueshed unemployment).
10.Jenis dan sifat pekerjaan. Kalau jenis sifat pekerjaanya yang sulit dan mempunyai risiko (finansial,kecelakaan) yang besar maka tingkat upah/balas jasanya semakin besar karena butuh kecakapan dan ketelitian dalam mengerjakannya.

Sumber :
 http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_sumber_daya_manusia
http://humancapitaljournal.com/pengertian-sumber-daya-manusia/
 http://panjisaputra413.wordpress.com/2013/07/06/manajerial/

 

Selasa, 11 November 2014

Organisasi dan rentang kendali

PENGERTIAN ORGANISASI SEBAGAI BADAN MAUPUN SEBAGAI TERSTRUKTUR
Organisasi sebagai badan adalah sekelompok orang yang bekerja sama dalam pembagian kerja untuk mencapai suatu tujuan tertentu secara bersama-sama.
Organisasi sebagai terstruktur adalah Dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa organisasi adalah sebuah wadah atau tempat dimana berkumpulnya orang-orang yang telah terstruktur yang mempunyai visi dan misi yang sama untuk melakukan sebuah pergerakan yang berarti demi tercapainya tujuan organisasi tersebut. Terstruktur dalam arti telah diaturnya posisi-posisi setiap anggota untuk menjalankan tugasnya sebagai anggota dari sebuah organisasi yang mana sebelumnya telah disepakati oleh berbagai pihak namun tetap dalam tujuan yang sama.

PERNGERTIAN RENTANG KENDALI DAN FAKTOR_FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA
Rentang Kendali adalah jumlah bawahan langsung yang dapat dipimpin dan dikendalikan secara efektif oleh seorang manajer. Rentang Kendali (span of control) sangat perlu dalam pengorganisasian, karena berhubungan dengan pembagian kerja, koordinasi, dan kepemimpinan seorang pemimpin (manajer).
Faktor-faktor yang mempengaruhi rentang kendali
v Faktor atasan yang berhubungan dengan kondisi dan situasi perkerjaan.
v Faktor-faktor yang berhubungan dengan bawahan.
v Faktor-fakto yang berhubungan dengan manajer.

PENGERTIAN STRUKTUR ORGANISASI MATRIKS BESERTA KEUNGGULAN DAN KELEMAHANNYA
Struktur Organisasi adalah sebuah struktur yang menciptakan garis wewenang ganda dan menggabungkan departementalisasi fungsional dan produk.
Keunggulan Struktur Organisasi Matriks
1.     Mendorong penggunaan orang secara fleksibel
2.     Mengoptimalkan penggunaan sumber daya keahlian yang dimiliki
3.     Menumbuhkan koordinasi dan integrasi yang kohesif
Kelemahan Struktur Organisasi Matriks
1.     Berpeluang menumbuhkan role ambiguity
2.      Tanpa keseimbangan wewenang antara manajer fungsional dengan output-based coordinator, kinerja akan terganggu
3.     Memberi kesempatan bagi inkonsistensi permintaan antara fungsional dan output-based people.

PENGERTIAN ORGANISASI FORMAL DAN ORGANISASI INFORMAL BESERTA KARAKTERISTIKNYA
  Organisasi formal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang mengikatkan diri dengan suatu tujuan bersama secara sadar serta dengan hubungan kerja yang rasional. Contoh : Perseroan terbatas, Sekolah, Negara, dan lain sebagainya.

Organisasi informal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang telibat pada suatu aktifitas serta tujuan bersama yang tidak disadari. Contoh : Arisan ibu-ibu sekampung, belajar bersama anak-anak sd, kemping ke gunung pangrango rame-rame dengan teman, dan lain-lain.

Karakteristik Organisasi Formal
1.     Suatu organisasi terdiri dari hubungan-hubungan yang ditetapkan antara jabatan-jabatan. Blok-blok bangunan dasar dari organisasi formal adalah jabatan-jabatan.
2.     Tujuan atau rencana organisasi terbagi kedalam tugas-tugas; tugas-tugas organisasi disalurkan  di antara berbagai jabatan sebagai kewajiban resmi
3.     Kewenangan untuk melaksanakan kewajiban diberikan kepada jabatan. Yakni, satu-satunya saat bahwa seseorang diberi kewenangan untuk melakukan tugas-tugas jabatan adalah ketika ia secara sah menduduki jabatannya.
4.     Garis-garis kewenangan dan jabatan diatur menurut suatu tatanan hierarkis. Hierarkinya mengambil bentuk umum suatu piramida, yang menunjukkan setiap pegawai bertanggung jawab kepada atasannya atas keputusan-keputusan bawahannya serta keputusan-keputusannya sendiri.
5.     Suatu sistem aturan dan regulasi yang umum tetapi tegas, yang ditetapkan secara formal, mengatur tindakan-tindakan dan fungsi-fungsi jabatan dalam organisasi.
6.     Proesedur dalam organisasi bersifat formal dan impersonal – yakni, peraturan-peraturan organisasi berlaku bagi setiap orang. Jabatan diharapkan memiliki orientasi yang impersonal
7.     Suatu sikap dan prosedur untuk menerapkan suatu sistem disiplin merupakan bagian dari organisasi.
8.     Anggota organisasi harus memisahkan kehidupan pribadi dan kehidupan organisasi.
9.     Pegawai dipilih untuk bekerja dalam organisasi berdasarkan kualifikasi teknis, alih-alih koneksi politis, koneksi keluarga, atau koneksi lainnya.
10.   Meskipun pekerjaan dalam birokrasi berdasarkan kecakapan teknis, kenaikan jabatan dilakukan berdasarkan senioritas dan prestasi kerja.

Karakteristik Organisasi Informal
1.     Lepas
2.     Fleksibel
3.     Tidak terumuskan
4.     Spontan

PENGERTIAN SENTRALISASI DAN DESENTRALISASI BERIKUT KELEMAHAN DAN KELEBIHANNYA
Sentralisasi adalah memusatkan seluruh wewenang kepada sejumlah kecil manajer atau yang berada di posisi puncak pada suatu struktur organisasi.
 Desentralisasi adalah pendelegasian wewenang dalam membuat keputusan dan kebijakan kepada manajer atau orang-orang yang berada pada level bawah dalam suatu struktur organisasi.

Kelebihan dan kelemahan Sentralisasi
Kelebihan Sentralisasi :
·        Totaliterisme penyelenggaraan pendidikan
·        Keseragaman manajemen, sejak dalam aspek perencanaan, pengelolaan, evaluasi, hingga model pengembangan sekolah dan pembelajaran.
·        Keseragaman pola pembudayaan masyarakat
·        Organisasi menjadi lebih ramping dan efisien, karena seluruh aktivitas organisasi terpusat sehingga pengambilan keputusan lebih mudah.
·        Perencanaan dan pengembangan organisasi lebih terintegrasi.
·        Peningkatan resource sharing (berbagi sumber daya) dan sinergi, dimana sumberdaya dapat dikelola secara lebih efisien karena dilakukan secara terpusat.

Kelemahan Setralisasi :
·        Kebijakan dan keputusan pemerintah daerah dihasilkan oleh orang-orang yang berada di pemerintah pusat sehingga waktu untuk memutuskan suatu hal menjadi lebih lama.
·         Melemahnya kebudayaan daerah
·        Kualitas manusia yang robotic, tanpa inisiatif dan kreatifitas.
·        Melahirkan suatu pemerintah yang otoriter sehingga tidak mengakui akan hak-hak daerah.
·        Kekayaan nasional, kekayaan daerah telah dieksploitasi untuk kepentingan segelintir elite politik.
·        Mematikan kemampuan berinovasi yang tidak sesuai dengan pengembangan suatu masyarakat demokrasi terbuka

Kelebihan dan Kelemahan Desetralisasi
Kelebihan Desentralisasi :
·        Dapat melahirkan sosok manusia yang memiliki kebebasan berpikir,
·        Mampu memecahkan masalah secara mandiri, bekerja dan hidup dalam kelompok kreatif penuh inisiatif dan impati,
·        Memiliki keterampilan interpersonal yang memadai
·        Mendorong terjadinya partisipasi dari bawah secara lebih luas.
·        Mengakomodasi terwujudnya prinsip demokrasi.
·        Mengurangi biaya akibat alur birokrasi yang panjang sehingga dapat meningkatkan efisiensi.

Kelemahan Desentralisasi :
·        Wewenang itu hanya menguntungkan pihak tertentu atau golongan serta dipergunakan untuk mengeruk keuntungan para oknum atau pribadi.
·        Sulit dikontrol oleh pemerinah pusat.
·        Masa transisi dari sistem sentralisasi ke desintralisasi ke memungkinkan terjadinya perubahan secara gradual dan tidak memadai serta jadwal pelaksanaan yang tergesa-gesa.
·        Kurang jelasnya pembatasan rinci kewenangan antara pemerintah pusat, propinsi dan daerah
·        Kemampuan keuangan daerah yang terbatas.
·        Sumber daya manusia yang belum memadai.

Senin, 03 November 2014

WIRAUSAHA DAN USAHA KECIL



Usaha kecil adalah kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dan memenuhi kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan serta kepemilikan sebagaimana diatur dalam undang-undang.

Ciri-ciri Usaha Kecil :
Ø  Jenis barang atau komoditi yang diusahakan umumnya sudah tidak tetap gampang berubah.
Ø  Lokasi atau tempat usaha umumya sudah menetap tidak berpindah-pindah.
Ø  Sudah memiliki izin usaha dan persyaratan legalitas lainnya termasuk NPWP.
Ø  Pada umumnya sudah melakukan administrasi keuangan walau masih sederhana, keuangan perusahaan sudah mulai dipisahkan dengan keuangan keluarga, sudah membuat neraca usaha.
Ø  Pengusaha memiliki pengalaman dalam berwirausaha.
Ø  Sebagian besar belum dapat membuat manajemen usaha dengan baik.

Keunggulan dan Kelemahan dari Bisnis Usaha Kecil 
Keunggulan :
Ø  Inovasi dalam teknologi yang mudah terjadi dalam pengembangan produk.
Ø  Hubungan kemanusiaan yang akrab di dalam perusahaan kecil.
Ø  Terdapat dinamisme manajerial da peranan kewirausahaan.
Ø  Fleksibilitas dan kemampuan menyesuaikan diri terhadap kondisi pasar yang berubah dengan cepat dibandingkan dengan perusahaan dengan skala besar.

Kelemahan :
Ø  Keterbatasan finansial (Sumber Modal).
Ø  Keterbatasan Sumber Daya Manusia.
Ø  Pembagian kerja yang tidak proporsional dan pegawai sering bekerja diluar batas jam kerja standar.
Ø  Tidak mengetahui secaa tepat berapa kebutuhan modal kerja karena tidak adanya perencanaan kas.
Ø  Kesulitan dalam hal pemasaran karna tidak adanya manajemen khusus dibagian pemasaran.





PENGERTIAN WIRAUSAHA
WIRAUSAHA adalah Proses mengidentifikasi, mengembangkan dan membawa visi kehidupan. Pengertian lainnya adalah , WIRAUSAHA merupakan kemampuan untuk berdiri sendiri, berdaulat, merdeka lahir dan batin, sumber peningkatan kepribadian, suatu proses dimana seseorang mengejar peluang, merupakan sifat mental dan sifat jiwa yang selalu aktif dituntut untuk mampu mengelola, menguasai, mengetahui dan berpengalaman untuk memacu kreatifitas.

Sikap yang harus diperlihatkan oleh Wirausaha dalam membuat bisnisnya berhasil
Ø  Orientasi terhadap masa depan. Berorientasi pada masa depan, wirausahawan kurang peduli dengan apa yang telah mereka lakukan kemarin dibandingkan dengan apa yang akan mereka lakukan besok.
Ø  Keyakinan akan kemampuan mureka untuk berhasil, biasanya memiliki kepercayaan diri terhadap kemampuan mereka untuk berhasil.
Ø  Berkomitmen tinggi. Dalam melaksanakan kegiatannya, seorang wirausahawan harus memiliki komitmen yang jelas, terarah, dan bersifat progresif.
Ø  Hidup disiplin artinya ketepatan komitmen terhadap tugas dan pekerjaannya, yaitu ketepatan waktu, kualitas pekerjaan, sistem kerja, dan sebagainya.

CARA YANG DAPAT DITEMPUH JIKA SESEORANG INGIN MENJADI WIRAUSAHA
Ø  Berawal dari sebuah mimpi yang dilanjutkan dengan mewujudkannya
Ø  Semangat dan kegigihan
Ø  Mengetahui dasar pengetahuan bisnis
Ø  Berani mengambil resiko
Ø  Bekerja keras
Ø  Melihat peluang yang tidak dilihat orang lain
Ø  Kejujuran dan integritas